Feeds:
Posts
Comments

Skin-Care

Well, for the first time in my life…

i’m worrying about my skin…(deuhh…what a woman ?!)

it’s called: ACNE !!!

And for the first time of my life…gw jabanin sebuah klinik kecantikan kulit, buat P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan…”KULIT”)

Bermula dari kondisi yang mungkin buat kulit muka gw stress ama cuaca antara Denpasar-Pacung yang bagaikan langit dan bumi, bagaikan air dan minyak, bagaikan hitam dan putih..kebanyakan analogi nih…Denpasar yang panas dengan cuaca laut yang PANASnya tak diragukan lagi, sementara Pacung dengan cuaca gunung yang DINGINnya dijamin buat menggigil. Akibatnya bermunculanlah bintik-bintik memerah di daerah sekitar kedua pipi gw dan terutama bagian dagu. Gw pikir ini cuman gejala awal peristiwa hormon yang meningkat secara berlebihan jika siklus bulanan menjelang (Code RED..Code RED). Namun, gejalanya makin menggila, bintik-bintik merah lucu itu mulai membesar, memerah, meradang bahkan ada yang memiliki warna kuning (pertanda sel-sel darah putih gw dah “Rest In Peace” dalam peperangan melawan kuman).

Oh, my…what should i do ??

CUEK (first thing to do..haha..pastinya) !

Tapi bersikap cuek, tidak membuat perasaan ini tenang. Sisi wanita gw bangkit (lagak gw sok feministis), there’s something to do, at least. OK

Maka mulailah gw membeli produk kecantikan yang namanya : “peeling” (semacam scrub buat mengangkat sel-sel kulit mati, thanks to my BFF whom make me knowing this stuff). Sebenarnya bukan karena gw begok soal “hal-hal berbau cewek” seperti ini, gw tuh tau (setidaknya gw yakin gw WANITA tulen dan kaena gw seneng baca), cuman rasa malas dan cuek membuat gw melupakan dan tidak pernah melakukannya (kecuali ada nyokap yang berkacak pinggang dan melotot seolah ingin berucap: “Cha, please…cuman lo anak nyokap yang cewe. Please, act like a girl !”…hahahaha..sorry Mom).

But, peeling is no use anymore. Bintik-bintik merah tadi setelah meradang, meninggalkan jejak manis di pipi dan dagu gw, mereka memberi kata-kata terakhir berwarna hitam. Glekk !!

Kuatir mulai menghantui gw ! Apalagi kalo gw ngeliat foto-foto narsis jaman kuliahan. Weks, totally FREE of ACNE !

Mempertimbangkan banyak hal, gw mulai nanya sana-sini soal kemungkinan melakukan perawatan kulit. Mulai dari bertanya soal service dari salon, dokter kulit, ahli kecantikan; dari yang kelas teri sampai kelas kakap. Akhirnya, gw memutuskan untuk merelakan tabungan bulan ini untuk melancong ke sebuah klinik kecantikan terkenal (terkenal gak sih ? pokoknya udah punya banyak cabang di Indonesia Raya ini).

Whoaa..tempatnya lucu (katrok: belom pernah perawatan). Untung hari itu gw gak nge-gembel (kaos, jeans, sendal jepit), tampilan rapi; a lil’ bit girly (kaos cewe, jeans, sepatu cewe, pake jepit rambut lagi), soalnya yang datang ke klinik itu, dandan like it’s a must ! Dan ada cowok juga cuy (metrosexual or “G”…malas nebaknya, apalagi mendata dan mewawancarai para pria tersebut…bukan urusan gw).

Antri hampir 45 menit terbayar dengan konsultasi cuman 15 menit (what a day), ngalor-ngidul soal lingkungan denpasar dan hubungannya dengan kulit gw yang katanya jadi kusam dan banyak komedonya (wuihh,,si dokter mah jujur pisan), bicara soal apa bedanya pemicu dan penyebab (ini gara2 nyokap yang nyuruh gw nanya soal makanan yang harus dipantangin, untungnya gak ada….i love food much) berakhir dengan resep dan foto-foto ala napi.

Well, over all…despite all those money, ternyata “kegiatan kecantikan” itu menyenangkan juga.

Kini tiap pagi ada kegiatan rutin yang harus gw lakuin setidaknya sampai konsultasi bulan depan :

PAGI :

Cuci muka dengan Facial Wash (normal to dry skin)

Oles+Pijat lembut T-Area dengan Balancing Toner

Oles Acne Mosturizer Gel

Oles Acne Sunscreen Gel (SPF 15), as foundation in indoor

Pake Compact Powder

MALAM:

Minum obat (1×1, after eating)

Cuci muka dengan Facial Wash (normal to dry skin)

Oles+Pijat lembut T-Area dengan Balancing Toner

Oles Acne Mosturizer Gel

Oles Acne Cream No.2

Berharap ada perubahan berarti pada kulit gw dan bintik-bintik merah tuh tidak mencintai gw terlalu dalam.

Sebenarnya ada perasaan menyesal dalam hati gw. Seolah apa yang gw lakuin sekarang adalah buah dari sikap cuek gw. Seharusnya dari dulu gw dah ngikutin saran nyokap dan gak jadi “cewe badung” yang ngerasa diri bagian dari dunia PRIA.

Tapi setidaknya, gw belajar dari kesalahan, toh kamus gw tetap tertulis: “Gak ada kata TERLAMBAT”.

So, love your skin :D

NB:

akhir-akhir ini gw suka maskeran sendiri dengan bahan alami (strawberry, timun, alpukat,dkk)

So Refreshing ! (nagih malah…mpe ngences ketiduran saking enak dan nyamannya..huehuehuehue)

First of All…

Gw minta maap buat semua temen sejawat jaman kuliahan yang pernah ngajak untuk investasi, maen saham atau bahkan patungan buat bisnis kecil-kecilan. Gw minta maap karena waktu itu gw ketawa dan menanggapi dengan tolakan secara halus hingga penolakan tanpa kenal rasa malu. Saat itu pikiran yang ada di kepala gw : “i have enough !”. Walau jauh dilubuk hati sebenarnya : “i need more !”, tapi dasar pikiran sederhana membuat gw lupa diri, lupa mimpi, lupa fokus, lupa banyak hal.

Setelah bekerja, banyak hal yang terjadi yang membuat gw terpaksa memutar otak dan memeras cairannya, terutama dalam hal membiasakan diri melepaskan diri secara total dari subsidi orang tua.

Harga diri sebagai manusia yang mandiri membuat gw berpikir: “how to make money..more money..much money”. Berharap dari gaji bulanan, tidak akan membuat kelas kehidupan gw naik satu tingkat lebih baik dalam tangga KESUKSESAN. Prinsip gw tetap sama,dari jaman kuliahan hingga kini, “kekayaan bukan segalanya, kesuksesan bukan diukur dari seberapa banyak uang yang lo hasilkan”, tapi akhir-akhir ini di kepala gw ada banyak untaian dan rangkaian rencana dan mimpi; sebagai cita-cita yang memiliki jatuh tempo. Bila waktunya melunasi mimpi itu, maka dengan segala kesadaran sebagai manusia, gw tahu gw butuh “money” !

Dikamus kehidupan gw, gak ada kata terlambat ! Now or Never !

Jadi, mulailah gw mengumpulkan kembali pecahan-pecahan mozaik mimpi gw yang sempat terhempas entah kemana karena keterlenaan gw akan hidup yang seolah mengalir begitu saja. Gw sadar gw punya talenta, gw yakin gw punya potensi dan alangkah bodohnya gw kalau semua itu terbuang percuma, terlewatkan oleh waktu. Maka, disinilah gw memikirkan, merencanakan, menguraikan dan mengolah segala yang gw miliki.

“Passive Income”, itu target gw. Walau “Active Income” yang notabene ada dan [saat ini] “enough” buat melunasi “expenses” gw, tapi sampai kapan??. Gw adalah orang yang bebas dan tidak mungkin berharap selamanya pada “bayaran orang lain” [bukankah pertanda tidak murninya sebagai manusia mandiri, bila terus menggantungkan hidup pada bayaran?].

Belajar, Berencana, Bertindak !!! (recursive tuh)

So, “passive income”…welcome to my life ( i know and i believe..I CAN GET YOU)

Time to Grow

a song by Lemar….that teach me to move on !!

Last night I tried but I couldn’t sleep
Thoughts of you were in my head
I was lonely and I needed you next to me
Life is harder since you left
I never meant to do you wrong
And now all is said and done
I hope you won’t be gone too long

[Chorus]
Where do I go
What do I do
I can’t deny I still feel something
And man, I wish you could say you feel the same
You’ve broken the bond
I gotta move on
But how do I end this lonely feeling?
You’ve gone, I’m here, alone
I guess it’s time to grow

I try to speak, but my words never catch the air
Like you never knew I was there
Take me back to the days when you really cared
Can we make love re-appear?
I can’t go on the roads too long
And now all is said and done
I can’t go forward if my heart’s still where i’m coming from

[Chorus]

Crying time is over
I know I can’t control his feelings
If he won’t return, then I guess I’ll be a woman
and move on

Time to grow / And move on
Make life better than it was before
Time to grow and move on
Make love better than I did before

Though you’ve gone…And I’m here, alone
I guess it’s time to grow !!

NB:

Cha,if it hurts to look back…and it scare to look ahead…

remember, GOD always there beside you !!

langit jingga katakan padaku ada apa dengan sang mentari

bila rasa dan asa ini harus terhenti

mengapa tak ada kata yang terucap

langit jingga tunjukkan padaku peta hati sang mentari

bila kisah ini harus berakhir

mengapa tak ada pertanda buatku

langit jingga kumohon katakan pada sang mentari

aku lelah dan ingin ini berakhir

bilamana ia tahu, biarlah ada kata yang pasti

langit jingga kupinta tunjukkan hatiku pada sang mentari

aku terluka dan tak ingin lagi

bilamana ia mengerti, biarlah berakhir sampai disini !

23rd !

fiuhh..
helaan nafas yang panjang membawaku pada realita bahwa umur yang mendandani lembaran kisah hidupku saat ini telah bertambah 1 angka…

23….

bukan waktu yang singkat untuk melihat gurat kisah dalam kehidupan; tertawa dan bersedih
ada banyak hal yang terjadi setahun kemarin:
berawal dari kisah sedih karena kenyataan akan kebohongan demi kebohongan yang ternyata menyelimuti kehidupanku dan bagaimana selama 6 bulan ke depannya aku terlunta-lunta dalam tangis dan penyesalan akan kebodohanku…tak ada lagi percaya…tak ada lagi kesempatan kedua.
namun, bukan aku jika tak mampu berdiri; kembali pada aku yang tertawa….
geliat nuansa bahagianya hidup kembali menghampiriku setelah itu, ini waktuku untuk kembali merangkai kisah dengan warna pelangi…merah, kuning, hijau, biru…penuh warna.
dipertengahan aku harus menempuh perjuangan merebut gelar sarjana setelah tertatih dalam 2 semester, bertarung dengan metode yang tidak jelas dan berakhir dalam meja sidang dengan gugup, peluh dan kaki yang gemetaran; aku pun mengakhirinya dalam tawa penuh rasa bangga dan puas, tugasku selesai.
namun, ada satu sisi dalam hatiku yang terletak diantara bidang berwarna abu; ketidakjelasan dan kebimbangan, membawaku pada pilihan untuk berdoa…mengakhirinya hingga titik ini atau memilih untuk tetap bertahan; nyatanya aku lelah dan memilih untuk mengakhirinya; dan bersamaan dengan itu aku memulai kisah yang baru……

memoar yang panjang selama setahun mengajarkan aku bagaimana seharusnya aku berdiri…bagaimana aku mengenal siapa aku yang sesungguhnya….bagaimana aku memahami persahabatan….bagaimana aku bertaruh pada rasa percaya….dan bagaimana aku berjuang untuk mimpi….

aku yang berumur 23 tahun (^^)v
[makasih TUHAN]

Mimpikan Diriku

Dia ada disana…entah dimana…

Menunggu…seperti aku menunggunya

Merasakan…apa yang aku rasakan kini

Mengira kesepian ini takkan pernah berakhir

Juga kerinduan ini…

Dan kekosongan yang tumbuh seiring menit-menit yang berlalu

Dia ada disana…entah dimana

Memimpikan diriku !!

NB:

i’d nightmare yesterday ;(

so sad and creepy

Hanya 1 kata untuk kantor gw yang baru :

KEREN

Baru kali ini ada kantor udah kayak hotel. Bangunan bergaya klasik , perpaduan antara kayu dan batu-batuan alam, namun diperlengkapi dengan fasilitas serba modern, berada ditengah kawasan pedesaan. Jarang ditemukan.

Jika boleh mengagumi kantor ini maka akan coba gw jelasin: bangunan kantor terbagi atas dua bagian besar:

  • Main Building

Terdapat 5 lantai ( dihitung dari atas).

Lantai 1:

Bangunan utama ini dilengkapi dengan resepsionis sekaligus tempat operator telepon. Ada cafetaria bergaya klasik yang menawan. Ruang utama berbentuk lingkaran dengan sangkar burung yang menjulang tinggi hingga mencapai langit-langit ruangan itu.

Berjalan sedikit dari arah cafetaria terdapat Ruang Konferensi yang cukup luas (dapat digunakan untuk tele-conference). Merunduk ke bawah, maka kita akan menemuai area cukup luas dengan undakan-undakan seperti tangga dengan lebar yang cukup untuk diduduki, ternyata area tersebut adalah Open-Theater (bila ada pertunjukan tari, dsb).

Lantai 2:

Berisi ruangan-ruangan kerja (tempat bos-bos neyh..hehe). Juga ada ruangan server (hehe..bagian ini tidak terlalu menarik hatiku…)

Lantai 3:

Terdapat 2 ruangan besar (Bale Pradnyanan 1 dan 2) yang merupakan tempat kerjaku (team OpenCore dan OpenCAMS). Ruangan kerja yang amat sangat nyaman dengan kursi, meja dan perabotan pendukung (ada mini bar tiap ruangan). Di lantai ini terdapat juga toilet pria, tiolet wanita dan pantry.

Lantai 4:

Terdapat sebuah ruangan besar (Bale Dyatmika) masih berupa ruangan kerja namun kini masih kosong, mungkin tim selanjutnya yang akan mengisinya. Yang menarik adalah disebelah ruangan kerja ini terdapat area cafetaria layaknya restoran kecil bergaya pedesaan di negara barat. Cafetaria ini dilengkapi loker-loker kayu tempat kami biasa menaruh barang-barang pribadi.

Lantai 5:

Ada mushola. Tepat disamping ruangan sholat tersebut terdapat area untuk Gym. Nah, yang menarik dilantai ini adalah kamar mandinya yang dilengkapi dengan toilet, shower room, ruang ganti baju dengan loker pakaiannya. Kamar mandinya terpisah antara yang wanita dan pria (ya’iyalah..hehe). Keluar dari lantai 5 maka kita akan menemui kolam renang yang cukup luas dengan kedalaman kurang-lebih 1,7 meter.

  • Living Module

Terdapat 9 buah living module. Tiap Living Module terdiri atas 2 lantai bergaya klasik yang dilengakapi dengan toilet dan jacuzi (haha…keren abies). Living Module berundak-undak turun mengikuti kontur lereng tanah. Pada Living Module terakhir terdapat jembatan gantung yang menghubungkannya dengan jalan setapak.
Demikianlah gambaran singkat situasi kantorku yang sekarang….hehe !

Picture lengkapnya ada di galery Frienster gw. Silakan Dilihat ! OKs…

Minggu, 27 Juli 2008

Ini adalah hari terakhir gw di BSD-Tangerang…sekaligus hari pertamaku di tempat baru…

Setelah didera oleh segala ketidakpastian dari manajemen kantor mengenai keberangkatan ke Pacung Bali, akhirnya hari ini tiba juga. Berdua dengan ericca..gw perlahan meninggalkan kelenggangan kawasan Tangerang di hari Minggu pagi menuju bandara Sukarno-Hatta…

Pukul 07.30 WIB >> Di pelataran terminal 1A telah berkumpul beberapa teman2 kantor yang juga meramaikan kepindahan kantor ini ke Bali (ato lebih tepatnya “kedatangan kembali” setelah 4 tahun mati suri di Bali).

Pukul 08.00 WIB >> Dengan berkelompok, kami mulai melakukan proses check-in dengan barang bagasi yang duilah banyaknya…namanya juga pindahan (^^)v

Pukul 09.30 WIB >> Pesawat take-off dengan mulus…dan gw harus mengucapkan “selamat berpisah” entah untuk sapa saja, untuk apa aja…di dalam pikiranku berputar semua nama,tempat,kisah…di dalam hatiku berkecamuk semua rasa sedih,bahagia,penasaran,kecewa,marah,bersyukur…

Beruntung selama perjalanan…dihiasi dengan canda-tawa, cerita, perkenalan dan kericuhan ericca dan siwi yang baru pertama kalinya menikmati perjalanan di atas ketinggian 25000 kaki…hehe

Pukul 12.15 WITA >> Pesawat Lion Air JT 20 mendarat dengan selamat di bandara Ngurah Rai Denpasar Bali…kami menunggu jemputan dengan perut yang keroncongan…menyedihkan !! Panas Denpasar hari itu  menambah kekecewaan kami. Syukurlah jemputan segera tiba dan keluhan kami karena perut yang sedari tadi protes minta segera diisi..terjawab sudah..beranjak dari bandara kami menuju food-court Galeri

Pukul 15.00 WITA >> Perjalanan darat dengan mobil kami tempuh menuju ke kantor yang baru…kiri-kanan jalan menuju lokasi kantor dipenuhi hijaunya persawahan…udara dingin segera menyergap kulit…keramaian kota Denpasar berganti dengan kesunyian alam pedesaan…setelah 60 menit yang terasa amat panjang…kami pun tiba di depan kantor dengan logo : Bali Camp

NB:

BaliCamp

Jl. Raya Pacung No.32 A Baturiti Tabanan

Bali – Indonesia

KESUKSESAN

ada 3 hal yang patut diteladani dari kisah hidup Ishak anak Abraham tentang kesuksesannya….

  1. Ketaatan Total
  2. Mengalah untuk MENANG
  3. All the Glory ONLY for GOD

Taat…

artinya mengerti, mempercayai dan menerima kehendak Tuhan…!!!

waktu Tuhan nyuruh Ishak buat tinggal menetap di tanahnya orang Gerar…Ishak nurut apa yang Tuhan bilang

Mengalah…

mungkin merupakan satu kata yang kuno di zaman kini…dan tak jarang diartikan sebagai kekalahan seorang manusia…

namun ishak membuktikan mengalah tak selamanya adalah pecundang,,ishak 2 kali menggali sumur dan airnya melimpah ruah, tapi orang Gerar yang sirik mengklaim sumur yang udah cape2 digali ama orang2nya Ishak..but Ishak gak marah, dia ngalah dan kembali membuat sumur yang ketiga…dan kali ini di tanah yang gak subur…tapi airnya tetap melimpah ruah

at the end,,orang Gerar melihat kesaksian penyertaan Tuhan atas Ishak…dan sekaligus mengijinkan Ishak mendiami tanah tersebut…

hehe…mengalah untuk menang sekaligus memuliakan nama Tuhan !

Kesuksesan untuk Tuhan

waktu akhirnya Ishak dapat menetap dengan damai di tanahnya orang Gerar…

dia gak langsung lupa diri…Ishak membangun mezbah dan memuliakan nama Tuhan…

kan, semua untuk Tuhan…persembahan yang terbaik…yang sulung…yang tulus

taken from: khotbah Pdt.Timotius Liem ( Bandung, 20 Juli 2008 at GII Dago )

NB :

negur gw banget neh…soal arti sukses dan memberi persembahan

dan yang terutama makin menguatkan gw untuk pergi ke Bali…taat !!!

makasih Tuhan (^^)

KEBAHAGIAAN

Kebahagian bisa ditemukan dimana saja..kapan saja..oleh siapa saja

Caranya hanya satu yaitu memandang setiap hal yang terjadi dalam hidup melalui sudut pandang TUHAN

Kebanyakan orang dalam menghadapi penderitaan atau kemelut dalam kehidupan seringkali menaikkan doa yang berisi permohonan agar pembebasan dari masalah tersebut…

Namun, pernahkah kita mencoba berdoa meminta hikmat dan kekuatan dalam menjalani penderitaan atau kesulitan hidup tersebut ??

Terlalu mudah bagi kita untuk mengklaim bahwa kitalah yang mempunyai beban dan masalah hidup paling berat dibanding siapapun. Cerita kita, sikap kita dan bahkan raut wajah kita seolah ingin mengatakan pada dunia “Aku Terluka dan Terpuruk !!”

Namun, pernahkah kita melihat dengan lebih “jelas” ke sekeliling kita bahwa ada sekian banyak manusia yang tengah berlomba dengan waktu dunia, yang tengah tertatih di tengah deru dunia yang kejam…jauh lebih menyusahkan dibanding persoalan kita pribadi ??

Semakin banyak penderitaan yang TUHAN ijinkan terjadi dalam kehidupan kita, justru semakin banyak hal indah yang dapat kita temukan. Mari melihat dengan lebih JELAS! Mari menelisik dengan cara pandang baru: cara pandang TUHAN (^^)

Older Posts »